Thursday, April 23, 2009

Indahnya Alam


Alangkah Indahnya Ciptaan Tuhan.
Gambar ini dirakam di halaman rumah pada suatu petang.
Bunganya nampak cantik tetapi saya tidak
tahu namanya dan dari spesis apa.

Teknologi Canggih


Maha Suci Allah dengan segala kebesarannya.
Gambar ini dirakam di pintu rumah yang telah lama ditinggalkan.
Labah-labah jenis apakah ini?

Friday, April 18, 2008

Bersedialah....


Perjalanan sudah panjang. Destinasi makin hampir.
Sudahkah kita bersedia untuk berpindah ke negeri abadi?


Kek Ultraman... Akmal

Dari kiri Mohd Akmal, Mohd Irfan dan Mohd Husaini.
Duduk di belakang ialah Ummi Murni Shah.

Kediaman



Inilah kediaman yang didiami oleh ahli keluarga adiputra.
Proses penambahbaikan sedang dijalankan.
Doakan kehidupan kami diredhai Allah.

CIPTAAN TUHAN




Lihatlah ciptaan Tuhan...
Siapakah yang mampu mencipta seupamanya?
Apakah fungsi maka ianya dicipta sedemikian?

Gambar ini dirakam sewaktu makhluk ini datang berkunjung
ke rumah adiputra pada 4.02.08, pukul 9.22 malam.
Rakaman menggunakan NOKIA N73.

Monday, December 10, 2007

WARKAH IBLIS DURJANA

SURAT DARI SETAN UNTUK MU

Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktiviti harianmu.
Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu.

Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ketempat tidurmu.

Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukainya Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.

Hai Bodoh, Kamu millikku. Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu . Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah. Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah. Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan.

Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka. Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani Kita nonton film 'porno' bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya, bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua , Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.

TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja. Ayuhlah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya. Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita. Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu. Aku ingin mengucapkan 'TERIMA KASIH' kerana sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu. Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu. Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa. Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu. Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda. Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.

Apa yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, memfitnah, mengumpat, membuka aib sesama manusia, dengki, khianat, hipokrit, menunjuk-nunjuk, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin. Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya. Begitulah anak-anak . Baiklah, aku persilakan kau bergerak sekarang.

Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi. Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu. Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit. Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh. Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu. Hanya saja kau harus menjadi orng tolol yang lebih baik dimata ALLAH.

Catatan : Jika kau benar2 menyayangiku , kau tak akan sebarkan surat ini kepada sesiapapun.

* Warkah ini merupakan kiriman seseorang sebagai renungan bersama. Terima Kasih.

Sunday, November 18, 2007

IMPIAN


Anak-anak mempunyai impian masing-masing. Lihatlah betapa impian mereka membina sebuah rumah idaman. Untuk mencapai apa yang diimpikan pengorbanan ditagih, kesetiaan diuji, kepercayaan menjadi sandaran. Bagaimana pula impian kita?